Belenggu Kemiskinan pada Masa Pandemi COVID-19 - Sudahkah Indonesia #MerdekaSeutuhnya?


Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Indonesia ke-75, TRACK SDGs akan mempublikasi serangkaian artikel berisikan analisis data-data pembangunan berdasarkan target-target Sustainable Development Goals (SDGs) , mulai dari kemiskinan, kelaparan, sampai dengan kondisi lingkungan dan kemitraan. 

#75TahunIndonesia #MerdekaSeutuhnya?

 

Belenggu Kemiskinan di Masa Pandemi COVID-19

Upaya negara-negara dunia mengejar target-target Sustainable Development Goals (SDGs) menemui ganjalan karena pandemi COVID-19, tidak terkecuali Indonesia. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan dari 24,79 juta jiwa per September 2019 menjadi 26,42 juta jiwa per Maret 2020. Secara persentase, masih ada 9,78% masyarakat miskin di Indonesia di tahun 2020. 

Kemiskinan menurut BPS adalah ketidakmampuan penduduk dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan. Jadi, penduduk miskin adalah mereka yang rata-rata pengeluaran per bulannya berada di bawah garis kemiskinan, yaitu Rp. 454.652,00 pada tahun 2020. Angka ini masih berada jauh di bawah garis kemiskinan internasional di angka USD 1.90 per hari atau sekitar Rp. 28.000,00. 

Uniknya, peningkatan persentase penduduk miskin dari September 2019 ke Maret 2020 justru banyak meningkat di kota-kota besar seperti DKI Jakarta (1,11%), Jawa Barat (1,06%), Banten (0,98%), Jawa Timur (0,89%), dan DI Yogyakarta (0,84%). Sementara, beberapa wilayah yang jauh dari ibu kota justru mengalami penurunan persentase penduduk miskin seperti Sulawesi Tengah (-0,26%), Maluku (-0,21%), Papua Barat (-0,14%), Maluku Utara (-0,13%), dan Kalimantan Barat (-0,11).   

Situasi pandemi sedikit banyak memengaruhi kondisi kemiskinan masyarakat, walau bukan merupakan satu-satunya faktor penentu. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 per 12 Agustus 2020, kenaikan persentase penduduk miskin terjadi di beberapa wilayah dengan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 cukup tinggi, seperti Jakarta (26.624), Jawa Barat (7.694), dan Jawa Timur (25.917). Beban kesehatan dan dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 setidaknya tercermin dari data yang ada di wilayah-wilayah tersebut. 

 

Apa strategi yang harus dilakukan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan?

Dalam dokumen Roadmap SDGs yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pemerintah menetapkan target persentase masyarakat miskin di tahun 2030 berada di rentang 4-4,5%. Target tersebut diharapkan dapat tercapai dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di daerah paling miskin yang kebanyakan terletak di bagian timur. Kondisi masyarakat yang berada di wilayah dengan segala keterbatasan akses ke kesehatan, pendidikan, air bersih, bahkan listrik, membuat pemerintah harus bekerja lebih keras memutus rantai kemiskinan yang membelenggu mereka. 

Menurut United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) dan penelitian yang dipublikasi di Asian Development Bank Economics Working Paper Series, pertumbuhan ekonomi bukan instrumen yang cukup untuk menurunkan tingkat kemiskinan di suatu negara. Jaring pengaman sosial (social protection) dan inklusi keuangan (financial inclusion) merupakan dua hal yang lebih penting diperhatikan untuk memastikan orang-orang yang rentan miskin bisa mempertahankan dan memperbaiki kondisi hidupnya. 

Pemerintah Indonesia sudah menyadari hal tersebut, terbukti dengan tiga strategi kebijakan pengentasan kemiskinan yang mencakup penyediaan jaring pengaman sosial dan layanan dasar, sinergi tata kelola antar institusi, dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. 

 

Selengkapnya mengenai strategi kebijakan Indonesia dalam mencapai SDGs: https://www.unicef.org/indonesia/reports/roadmap-sdgs-indonesia

 


Sumber referensi:

Bappenas. “Roadmap of SDGs Indonesia: A Highlight,” diunduh dari https://www.unicef.org/indonesia/reports/roadmap-sdgs-indonesia

Kumar, Nagesh, Matthew Hammill, Selim Raihan, Swayamsiddha Panda, “Strategies for Achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in South Asia: Lessons from Policy Simulations,” United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP): Agustus 2016.

Park, Cyn-Young, Rogelio V, Mercado. “Financial Inclusion, Poverty, and Income Inequality in Developing Asia,” ADB Economics Working Paper Series No. 426, Filipina: Januari 2015.

Survey Kemiskinan Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html#subjekViewTab1.



Penulis: Ika Kartika Febriana
Enumerator:

Masuk