Bagaimana Upaya Negara-Negara ASEAN dalam Mencapai SDGs?


Asosiasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) turut memberikan perhatian lebih terhadap pencapaian SDGs di kawasannya. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan komitmen mereka dalam menyusun landasan kebijakan untuk mempercepat pencapaian target-target pembangunan global. Beberapa negara bahkan telah mengirimkan Voluntary National Review (VNR) atau laporan pencapaian SDGs kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/UN), serta menyusun perencanaan pemantauan dan evaluasi implementasi SDGs di negaranya masing-masing. 

ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC) bahkan menginisiasi program lokalisasi SDGs di beberapa kota yang tersebar di beberapa negara kawasan ASEAN. Program lokalisasi SDGs bernama ASEAN SDGs Frontrunner Cities Programme ini didanai oleh Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF) untuk mendukung kota-kota tersebut dalam hal finansial dan substansial. Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu wilayah binaan program ini. 

Di tingkat nasional, negara-negara kawasan ASEAN juga menginisiasi program pencapaian SDGs yang disesuaikan dengan kebutuhan negaranya. Pemerintah Thailand misalnya, mengadopsi prinsip Sufficiency Economy Philosophy (SEP) yang menekankan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya untuk mengatasi tantangan pembangunan dan menyeimbangkannya dengan ketiga pilar SDGs, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Filosofi ini menjadi landasan utama kebijakan pembangunan yang disusun pemerintah Thailand untuk tidak meninggalkan salah satu di antaranya.

Berbeda dengan Thailand, pemerintah Singapura lebih berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam mentransformasi pemerintahan, bisnis, dan masyarakat, yang diyakininya dapat menjadi investasi jangka panjang pencapaian SDGs di negaranya. Tercatat ada enam inisiatif yang telah disusun, di antaranya membentuk pemerintahan yang ramping dengan CODEX, menyiapkan pembayaran yang efisien dengan E-payments, meningkatkan mutu transportasi publik dengan Smart Urban Mobility. 

Sementara itu, pemerintah Malaysia dan Vietnam menginisiasi kebijakan yang lebih berfokus pada kolaborasi multipihak. Selain menyiapkan Roadmap SDGs untuk memandu implementasi di negaranya, pemerintah Malaysia juga turut menyelenggarakan latihan pemetaan yang melibatkan CSO dan sektor bisnis untuk menyelaraskan inisiatif SDGs dengan Malaysia Plan Initiatives yang ke-11. Pelibatan sektor bisnis juga turut dilakukan oleh pemerintah Vietnam dengan menggandeng mereka untuk menyelesaikan masalah sampah yang sulit terurai melalui program Zero Waste to Nature Initiatives

Beberapa kebijakan yang serupa juga telah dilakukan pemerintah Indonesia lewat program-program yang dilakukan Sekretariat Nasional SDGs. Selain itu, Kementerian Keuangan lewat program SDG Indonesia One menginisiasi program yang berfokus pada pembangunan infrastruktur. Mengusung skema blended finance, pemerintah mengombinasikan dana publik dan privat untuk membangun infrastruktur yang dapat mendukung pencapaian SDGs. 



Penulis: Ika Kartika Febriana, Maudy J. Bestari
Enumerator:

Masuk